Home / KRIMINAL / POLRI

Jumat, 21 Juni 2024 - 19:24 WIB

Polisi Ungkap Kasus Pemalsuan Uang Rupiah Senilai 22 Miliar

Redaksi - Iqbal - Penulis

Tribratatv.com, Jakarta – Tim Penyidik dari Subdirektorat Ranmor Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus pemalsuan mata uang rupiah senilai 22 miliar rupiah. Dalam pengungkapan tersebut, polisi meringkus empat tersangka yang diduga terlibat langsung dalam kasus tersebut.

“Adapun peran dari keempat tersangka yaitu Sdr. M sebagai koordinator produksi uang palsu, Sdr. FF membantu pemindahan mesin cetak GTO dari Gudang Gunung Putri ke Villa Sukaraja Sukabumi, Sdr. YS membantu mencarikan Villa Sukaraja di Sukabumi untuk produksi uang palsu, dan Sdr. MDCF membantu mencarikan tempat untuk pemotongan dan pengepakan uang palsu di Daerah Srengseng, Jakarta Barat,” ujar Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra, dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (21/6/2024).

Menurut Wira, para pelaku menjalankan aksinya di daerah Jakarta dan Jawa Barat dan sudah beroperasi selama lebih kurang tiga bulan. “Kegiatan tersangka dalam pembuatan uang palsu sudah berjalan sejak bulan April sampai dengan Juni 2024 di Villa Sukabumi, Jawa Barat dan di Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat,” jelasnya.

Baca Juga :  Kapolri Instruksikan Usut Tuntas Bom Bunuh Diri Polsek Astana Anyar

Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa uang palsu pecahan seratus ribu sebanyak 220.000 lembar, senilai 22 miliar rupiah, dipesan oleh Sdr. P (DPO) dan dijanjikan akan dibayar setelah Idul Adha dengan perbandingan harga 1:4, yaitu sebesar 5,5 miliar rupiah.

Polisi saat ini masih mengejar tiga orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) yang terlibat dalam kasus tersebut, yaitu Sdr. A yang berperan sebagai pembeli mesin dan peralatan untuk mencetak uang palsu, Sdr. I sebagai operator mesin cetak GTO, dan Sdr. P sebagai pemesan uang palsu.

 

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi berhasil menyita barang bukti berupa 220.000 lembar uang palsu pecahan seratus ribu senilai 22 miliar rupiah, 180 lembar kertas plano yang belum dipotong, mesin pemotong uang, alat cetak merk GTO, plat warna pencetak, kertas plano ukuran A3, alat ultraviolet, serta mesin hitung uang.

Baca Juga :  Iptu Al Haqqi : Pentingnya Sinergitas Penanggulangan Potensi Tindak Pidana Pemilu 2024

Para tersangka dijerat dengan Pasal 244 KUHP, Pasal 245 KUHP, serta Pasal 55 dan 56 KUHP dengan ancaman hukuman penjara hingga 15 tahun.

Polda Metro Jaya menghimbau kepada masyarakat untuk selalu menerapkan metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) dalam bertransaksi uang tunai, guna menghindari peredaran uang palsu. Masyarakat juga diimbau untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian terdekat jika memiliki informasi terkait peredaran uang palsu.

“Kerja sama antara masyarakat dan kepolisian sangat penting untuk mencegah dan mengungkap kasus-kasus seperti ini. Jangan ragu untuk melapor jika menemukan atau mencurigai adanya peredaran uang palsu,” pungkas Wira.

Follow WhatsApp Channel Tribratatv.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Berita ini 23 kali dibaca

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

POLRI

Setukpa Lemdiklat Polri Kembali Lahirkan 1.250 Perwira Baru

KRIMINAL

Gelar Perkara Kasus Pengeroyokan, Kabidhumas Polda Jateng : Tiga Tersangka Dikenakan Pasal 170

POLRI

Kapolsek Johar Baru Jakarta Pusat Turun Langsung Patroli Gabungan Cipkon, Antisipasi Guantibmas dan Tawuran Warga

POLRI

Kapolresta Bogor Kota Laksanakan Pengecekan Lipat Dan Sortir Surat Suara

POLRI

Irjen Pol Purn Rikwanto Maju di Dapil Kalimantan Selatan 2

BHABIN

Polda Sumsel Gelar Lomba Polisi RW, Dir Binmas: “Polisi RW Adalah Ujung Tombak Polri Ditengah Masyarakat”

POLRI

Kapolres Kudus Pimpin Upacara Sertijab Kapolsek Dawe

POLRI

Satgassus Pencegahan Korupsi Polri Lakukan Pemantauan Pupuk Subsidi di OKI